Enam Politisi Terkaya di Indonesia

Enam Politisi Terkaya di Indonesia – Daftar orang terkaya di Indonesia yang paling baru baru saja dirilis beberapa waktu lalu. Menariknya ada sejumlah nama baru yang ada di dalamnya. Mulai dari pendiri Gojek, traveloka, hingga putra dari mantan presiden Soeharto.

Baca juga ; Penyebab Orang Super Kaya Ini Selalu Berpikir Panjang Sebelum Belanja

Di daftar orang terkaya tersebut juga ditemukan nama-nama mereka yang aktif di dalam politik praktis. Semua kekayaan mereka ada di kisaran ratusan juta sampai miliaran dolar Amerika.

Beberapa di antara mereka adalah pendiri dan ketua partai, tetapi ada juga yang bukan. Siapa saja para petinggi partai terkaya tersebut? Berikut tujuh namanya beserta jumlah kekayaan mereka.

6. Sandiaga Uno

Peringkat: 85

Kekayaan: USD 300 juta

Partai Gerindra

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjadi yang termuda di daftar ini. Pria yang dulunya menjadi Presiden Direktur Saratoga memiliki harta sebesar USD 300 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun (1 USD = Rp 14.418).

Meskipun masih yang terkaya, tetapi tahun ini kekayaan Sandiaga mengalami penurunan dari sebelumnya yang berjumlah USD 500 juta. Saat ini, Sandi aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dan Ketua Tim Pemenangan Pilpres 2019.

5. Surya Paloh

Peringkat: 70

Kekayaan: USD 575 juta

Partai Nasdem

Surya Paloh adalah salah satu dari petinggi media di Indonesia. Pria kelahiran Banda Aceh pada 67 tahun silam ini memiliki kekayaan sebesar USD 575 juta atau sekitar Rp 8,2 triliun.

Selain memimpin perusahaan media, Paloh juga Ketua Partai Nasdem yang merupakan bagian inti dari koalisi pemerintah. Pada pilpres mendatang, partai ini sudah berkomitmen untuk mendukung petahana Presiden Joko Widodo.

4.Hutomo Mandala Putra

Peringkat: 60

Kekayaan: USD 670 juta

Partai Berkarya

Putra bungsu Soeharto, Hutomo Mandala Putra, ternyata juga termasuk jajaran politisi paling kaya di Indonesia. Jumlah kekayaannya ditaksir mencapai USD 670 juta atau sekitar Rp 9,6 triliun. Hal ini menjadikannya sebagai anak Soeharto yang paling kaya.

Tommy Soeharto mendapat kekayaannya dari perusahaan bernama Humpuss yang bergerak di bidang investasi, pengapalan, dan properti. Ia juga sempat membuat heboh media massa karena menjadi ketua Partai Berkarya walau sebelumnya pernah terlibat kasus. Namun, Partai Berkarya tetap lolos verifikasi KPU untuk Pemilu 2019 dan mendapatkan nomor tujuh.

3. Jusuf Kalla

Peringkat: 54

Kekayaan: USD 900 juta

Partai Golkar

Wakil Presiden RI sekaligus mantan Ketua Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) berada di posisi selanjutnya. Tentunya, tidak terlalu mengejutkan Jusuf Kalla berada di posisi yang cukup tinggi, pasalnya ia memiliki jaringan bisnis yang besar di bawah Kalla Group, perusahaan konglomerasi yang diurusnya dan keluarga.

Pilihan bisnis JK cukup terdiversifikasi. Mulai dari sektor properti, otomotif, energi, konstruksi, keuangan, dan transportasi. Bahkan JK memiliki lini sepatu sendiri bernama JK Collection.

Pada Pemilihan Presiden 2014, harta JK ditaksir mencapai Rp 478 miliar. Sekarang, kekayaannya ditaksir naik dan berlipat ganda mencapai USD 900 juta atau sekitar Rp 12 triliun.

2. Hashim Djojohadikusumo

Peringkat: 51

Kekayaan: USD 915 juta

Partai Gerindra

Hashim Djojohadikusumo adalah adik Prabowo Subianto. Hashim berkecimpung di sektor investasi dan energi lewat Arsari Group. Selain itu, Arsari Group juga bergerak di pertambangan, perkebunan, dan logistik.

Total kekayaannya ditaksir mencapai USD 915 juta atau sekitar Rp 13,1 triliun. Saat ini Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

1. Hary Tanoesoedibjo

Peringkat: 19

Kekayaan: USD 1,8 miliar

Partai Perindo

Kekayaan Ketua Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) ditaksir mencapai USD 1,8 miliar atau sekitar Rp 25,9 triliun.

Selama ini, HT memang terkenal di bisnis media, walau ternyata sumber kekayaannya terdapat di sektor-sektor lain seperti finansial dan properti. Dengan kekayaannya, HT menyandang gelar sebagai ketua partai yang paling kaya di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *