Daftar Orang Terkaya Di Indonesia

Daftar Orang Terkaya Di Indonesia – Indonesia adalah negara kaya dengan sumber daya alam yang melimpah. Maka tak heran jika di negara yang kita cintai ini terdapat sejumlah miliarder dengan aset kekayaan yang besar. Berdasarkan data yang terdapat dalam situs Forbes, jumlah individu Nusantara yang tergolong miliarder dunia ada sebanyak 21 orang dari 2.043 miliarder di seluruh dunia. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia berada di urutan ke-20 sebagai negara dengan populasi orang kaya terbanyak di dunia, dimana rangking 1,2, dan 3 adalah negara Amerika Serikat, Cina, dan Jerman. Jika diakumulasikan total kekayaan keduapuluh milioner Indonesia tersebut adalah sebesar 49,8 miliar dolar atau sekitar 647,4 triliun rupiah.

1. Robert Budi Hartono

Dengan jumlah kekayaan sekitar 12,2 miliar dolar atau 162 triliun rupiah, Robert Budi Hartono merupakan orang paling kaya di Indonesia, dan berada di peringkat 126 dalam daftar forbes. Robert Budi Hartono lahir tanggal 28 April 1941 di kota semarang. Ayahnya bernama Oei Wie Gwan pemilik usaha kecil Djarum Gramophon yang saat ini menjadi sebuah perusahaan rokok terbesar di dunia. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono terus mengembangkan bisnis warisan ayahnya, termasuk berinvestasi di sektor bisnis keuangan dan perbankan, khususnya di Bank BCA.

2. Michael Hartono

 Dengan jumlah aset kekayaan sekitar 12,0 miliar dolar atau 159,6 triliun rupiah, Michael Hartono yang merupakan kakak Budi Hartono adalah orang terkaya ke dua di Indonesia. Dalam daftar Forbes, ia berada di posisi 132. Michael Hartono lahir di Kudus, 2 Oktober 1939. Ia menempuh pendidikan formal di Universitas Diponegoro selama empat tahun dan kemudian karirnya berlanjut di dunia bisnis, sebagai Direktur PT Djarum. Selain merambah di sektor keuangan, kiprah Michael Hartono bersaudara dalam sektor agribisnis terlihat dengan mempunyai bisnis kelapa sawit dan kilang pengolahan.

3. Sri Prakash Lohia

Jumlah kekayaan Sri Prakash Lohia menurut Majalah Forbes saat ini ditaksir 6,6 miliar dolar atau sekitar 87,7 triliun rupiah. Dari namanya, anda mungkin bisa menebak bahwa miliarder ini adalah keturunan India. Sri Prakash Lohia lahir di Kalkuta-India pada 11 Juli 1952. Lohia lahir dan besar di India, tetapi menghabiskan sebagian besar masa hidup profesionalnya di Indonesia sejak tahun 1974. Lohia pindah ke Indonesia bersama ayahnya, Mohan Lal Lohia, dan merintis Indorama Synthetics, sebuah perusahaan yang memproduksi benang pintal. Pada tahun 2018, Forbes menempatkannya sebagai orang terkaya ke-3 di Indonesia dengan kekayaan bersih US$ 6,6 miliar, atau di peringkat ke-266 secara global.

4. Chairul Tanjung

Dengan kekayaan sebesar US$ 3,7 miliar atau sekitar 49,2 triliun rupiah, pria lulusan Universitas Indonesia ini didaulat sebagai orang terkaya ke-4 di Indonesia atau rangking #611 dalam daftar internasional. Chairul Tanjung lahir di Jakarta, 16 Juni 1962, dilahirkan di Jakarta dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Chairul Tanjung adalah mahasiswa kedokteran yang memperoleh banyak prestasi, diantaranya sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985. Saat kuliah ia mulai belajar tentang bisnis. Kini melalui perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV dan Bank Mega.

5. Tahir

Nama lengkapnya adalah Dato’ Sri Tahir, lahir pada 25 Maret 1952 di kota Surabaya. Dia dibesarkan oleh sepasang ayah dan ibu yang menghidupi keluarga dengan membuat becak. Tahun 1971, dia menamatkan pendidikan menengah atas (SMA) di SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya. Sosok Tahir tumbuh berkembang menjadi seorang pengusaha, investor, sekaligus pendiri Mayapada Group yang sukses. Mayapada Group adalah sebuah holding company yang memiliki beberapa unit bidang usaha di Indonesia. Beberapa dari bidang yang digeluti adalah perbankan, TV berbayar dan media cetak, properti dan rumah sakit. Dengan aset kekayaan senilai 3,5 miliar dolar atau sekitar 46,5 triliun rupiah, kini ia menjadi salah seorang konglomerat di Indonesia. Dalam daftar Forbes Internasional, kekayaan Tahir berada di posisi ke 660.

6. Mochtar Riady

Di deretan ke-6 orang terkaya di Indonesia adalah Mochtar Riady yang lahir pada 12 Mei 1929 di Malang. Pengusaha ini merupakan pendiri sekaligus komisari dari Lippo Group. Ayah Mochtar Riady adalah seorang pedagang batik bernama Liapi, sedangkan ibunya bernama Sibelau. Kedua orangtuanya merantau dari Fujian dan tiba di Malang pada tahun 1918. Sejak kecil ia bercita-cita untuk menjadi seorang bankir. Di era tahun 1950an, kesempatan itu datang, dimana ia diberi kesempatan untuk mengurus sebuah bank yang sedang bermasalah. Satu tahun perjalanan, bank tersebut menjadi maju. Setelah cukup besar, pada tahun 1964, Mochtar Riady pindah ke Bank Buana, kemudian pada tahun 1971, dia pindah lagi ke Bank Panin yang merupakan gabungan dari Bank Kemakmuran, Bank Industri Jaya, dan Bank Industri Dagang Indonesia. Di awal tahun 2018 ini, Mochtar Riady memiliki aset kekayaan senilai 3,0 miliar dolar AS atau sekitar 39,9 triliun rupiah dan berada dalam rangking ke-784 dunia.

7. Prajogo Pangestu

Setelah absen 20 tahun, Prajogo Pangestu kembali ke jajaran miliarder. Kekayaannya meningkat lebih dari lima kali lipat dalam 12 bulan sampai pertengahan Februari 2017 karena nilai taruhannya di perusahaan petrokimia Barito Pacific dan anak perusahaannya yang terdaftar, Chandra Asri Petrochemical, keduanya mengalami lompatan keuntungan signifikan. Pada bulan November 2016 Chandra Asri mengumumkan rencana untuk bekerjasama dengan penyedia lisensi teknologi polyethylene Houston Univation Technologies untuk mengembangkan pabrik baru di Banten, sebelah barat Jakarta. Pria kelahiran tahun 1944 ini adalah seorang pengusaha Indonesia. Seorang taipan di industri perkayuan terbesar di Indonesia sebelum Krisis Ekonomi 1997. Bisnisnya berawal di akhir 70-an di Djajanti Timber Group dan membentuk Barito Pacific. Manurut data yang tercantum dalam Forbes, kekayaan Prayogo Pangestu saat ini diperkirakan mencapai 2,7 miliar dolar atau 35,9 triliun rupiah di urutan 916.

8. Murdaya Poo

Murdaya Widyawimarta Poo yang saat ini berusia 76 tahun merupakan miliarder yang memiliki aset harta sebesar 2,2 miliar dolar atau setara 29,2 triliun rupiah. Ayah dari empat anak ini adalah sosok lelaki dibalik perusahaan kontraktor terkenal yaitu Central Cipta Murdaya Group. Selain bisnis, beliau juga sukses dalam karir politik. Dunia politik yang Murdaya Poo jajaki adalah sebagai anggota legislatif periode 2004 hingga 2009 dari partai PDIP. Usaha pertamanya bergerak dalam bidang kelistrikan yaitu perusahaan Kencana Sakti Indonesia. Selanjutnya suami dari Siti Hartati Murdaya ini melakukan kesepakatan kerja bersama perusahaan alat olahraga besar di dunia yaitu Nike. Saat ini, kekayaan sebesar 2,2 miliar dolar AS tersebut menempatkan ia di urutan 1.117 dalam daftar Forbes

9. Peter Sondakh

Menurut Forbes, Peter Sondakh memiliki kekayaan senilai 1,9 miliar dolar atau sekitar 25,2 triliun rupiah, sehingga menempatkan ia dalam peringkat ke-1319 dalam daftar miliarder dunia. Peter Sondakh lahir pada 23 Juli 1953. Ayahnya memulai bisnisnya sejak 1954, memproduksi minyak kelapa serta mengekspor kayu. Saat usianya baru 20 tahun, ia harus mengambil alih bisnis ayahnya karena meninggal dunia. Dia harus membiayai ibu serta empat orang. Ia kemudian mendirikan PT. Rajawali Corporation. Melalui perusahaan tersebut, Peter Sondakh memulai bisnis properti sebagai perluasan usaha yang ditekuni ayahnya. Melalui Rajawali Corporation, ia membangun kemitraan mengembangakan Hyatt Hotel dan Novotel Sheraton menjadi jaringan hotel bintang lima. Peter Sondakh juga memiliki saham di perusahaan taksi Ekspres Transindo Utama, yang kini harus menghadapi persaingan dari keberadaan taksi online seperti Uber.

10. Low Tuck Kwong

Dia adalah seorang pengusaha dari Indonesia yang mendirikan Bayan Resources, salah satu perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara. Pada 2014, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, dan ia menduduki peringkat ke-30. Low Tuck Kwong dilahirkan di Singapura, tetapi pada tahun 1972, ia pindah dan merantau ke Indonesia. Saat masih tinggal di Singapura, ia sempat bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya, David Low Yi Ngo. Setelah peluang kesuksesannya makin bersinar di Indonesia, maka pada tahun 1992, Low Tuck Kwong berganti kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Tahun 1997, ia membeli perusahaan tambang batubara yang pertamanya melalui PT. Gunungbayan Pratamacoal.

Tahun 1998, melalui PT Dermaga Perkasapratama, Ia juga mengoperasikan Terminal Batubara di Balikpapan, Kalimantan. Di sektor pertambangan Batubara dengan perusahaan Bayan Resources inilah yang mengantarkan ia menjadi orang terkaya ke-10 menurut data realtime Forbes di awal tahun 2018 ini. Asetnya mencapai 1,5 miliar dollar atau 19,9 triliun rupiah, dan menempatkannya di rangking 1534 dunia.

Baca juga altikel yang ada dibawah ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *