5 Pemuda Calon Orang Terkaya Di Indonesia Versi Majalah Forbes

5 Pemuda Calon Orang Terkaya Di Indonesia Versi Majalah Forbes

Pemuda asal Indonesia yang usianya masih kepala dua tapi udah masuk Majalah Forbes, lantaran berpotensi jadi orang paling kaya di Indonesia di masa depan. Pastinya kamu tentu tahu           dengan Majalah Forbes yang terkenal itu. Setiap tahun, mereka merilis daftar orang terkaya di dunia serta daftar Under 30. Forbes Under 30 itu berisi daftar orang-orang berusia di bawah 30 tahun yang punya potensi jadi miliarder di masa depan. Dari 300 nama yang muncul, ternyata 10 nama di dalamnya adalah warga Indonesia. Kebanyakan dari mereka adalah entrepreneur yang bergerak di bidang teknologi. Berikut adalah 7 pemuda calon orang terkaya di dunia versi Forbes.

Adrian dan Eugenie Patricia Agus

Adrian dan Eugenie Patricia Agus

Bisnis: Pudding Puyo

Puyo adalah puding yang rasanya lembut banget dan banyak dijual di mal, salah satunya Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Berkat usaha yang awalnya bermulai dari coba-coba pada 2013 ini, kakak beradik ini bisa meraup keuntungan mencapai Rp 750 juta per bulan.

Padahal modal awalnya cuma Rp 5 juta lho. Itu pun dananya dari minjam ke orangtua. Misi mereka adalah menjadi produsen pembuat kudapan terhalus dari Indonesia yang berkelas dunia. Pudding Puyo juga punya kelebihan rendah kalori, tanpa bahan pengawet, serta gak mengandung lemak jenuh.

Yohanes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad

Yohanes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad

Bisnis: Crowde

Kedua pemuda ini juga berpotensi jadi orang paling kaya di Indonesia, jika perusahaan rintisan yang mereka gawangi sukses. Mereka berdua adalah pendiri Crowde. Ide mendirikan Crowde didasari karena banyak petani yang punya kendala modal. Mereka sulit mendapat pinjaman dari bank, dan terpaksa berutang ke rentenir.

Dengan hadirnya Crowde, kamu bisa membantu mereka sambil berinvestasi. Modal awalnya hanya Rp 10 ribu aja. Dan di sepanjang 2017, Crowde mengklaim udah berhasil menyalurkan Rp 15 miliar kepada 5 ribu petani di 276 desa. Crowde telah mendapat suntikan dana dari Korea International Cooperation Agency (KOICA) sebesar US$ 75 ribu atau setara dengan Rp 1 miliar dalam bentuk hibah. Dan pada 2016, mereka juga mendapat suntikan dana sebesar US$ 70 ribu dari UMG Indonesia.

Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan

Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan

Bisnis: Modalku

Reynold dan Iwan mendirikan sebuah perusahaan pionir P2P Lending di Indonesia. Mereka membantu menghubungkan UMKM potensial dengan pemberi pinjaman.

Dengan berinvestasi di Modalku, kamu bisa mendapat return hingga 35 persen per tahun. Tenor investasinya juga beragam dan risikonya cukup terkendali.

Pada tahun 2016, Modalku mengantongi pendanaan seri A dari perusahaan induk mereka Funding Societies sebesar Rp 100 miliar dan pada tahun 2017, Perusahaan rintisan tersebut dikabarkan berhasil menyalurkan pinjaman dana Rp 1 triliun pada UMKM.

Fransiska Hadiwidjana

Fransiska Hadiwidjana

Bisnis: Prelo

Marketplace ini bernama Kleora. Namun karena kurang tepatnya strategi branding yang mereka terapkan, Kleora pun berhenti beroperasi. Dari sana lahir marketplace baru bernama Prelo. Prelo merupakan marketplace jual beli barang bekas. Meski bekas, namun barang-barang yang ada di Prelo 100 persen asli dan kondisinya pun masih bagus. Mereka juga menyediakan berbagai fitur transaksi yang aman.

Stanislaus Mahesworo Christandito Tandelilin

Stanislaus Mahesworo Christandito Tandelilin

Bisnis: Sale Stock Indonesia

Pria ini adalah pendiri e-commerce penjual pakaian perempuan dengan harga terjangkau. Salah satu program promosi andalnya adalah CDBB alias coba-coba dulu baru bayar. Pada tahun 2017, perusahaan rintisan ini menerima pendanaan seri B+ sebesar US$ 27 juta atau setara Rp 360 miliar. Sale Stock pun menjadi perusahaan rintisan e-commerce pertama di portofolio Meranti ASEAN Growth Fund.

Baca juga: Daftar Selebritis Terkaya di Dunia tahun 2016 Versi Majalah Forbes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *